Komnas HAM Papua Belum Miliki Landasan Operasional

Agustus 24, 2009 at 9:22 pm (Penaganan Otsus di Papua) (, , , , )

21 Agustus 2009 22:53:00

Ramandey: Draft Rancangan Perdasinya Sedang Disusun.
JAYAPURA-Kendati telah berdiri dan operasional sejak lima tahun lalu, Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua belum memiliki aturan hukum yang bisa dijadikan landasan untuk mendukung seluruh operasionalnya.

“Memang sampai sekarang Perwakilan Komnas HAM Papua belum memiliki aturan hukum sebagai landasan yang mendukung operasionalnya,” ungkap Sekretaris Komnas HAM Papua Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Jumat (21/8).

Dikatakan, sejak terbentuk hingga sekarang, Perwakilan Komnas HAM Papua hanya mengacu pada Undang Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Papua, Undang Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Komnas HAM dan SK Ketua Komnas HAM Nomor 20 tahun 2003.

Sedangkan aturan hukum yang bisa mendukung kegiatan lembaga itu secara maksimal belum ada. Sehingga tidak heran jika sampai sekarang ini Komnas HAM Papua sulit untuk didanai tesendiri di dalam APBD Provinsi Papua.

“Jadi selama ini Pemprov Papua sebenarnya ingin membantu atau mengalokasikan anggaran tetapi karena tidak ada aturan hukumnya, sehingga bantuan yang diberikan tidak bisa maksimal hanya sebatas bantuan,” terangnya.

Tak heran kalau kemudian dukungan dana terhadap kegiatan atau operasional Komnas HAM Papua sangat minim sehingga lembaga ini harus ngos–ngosan untuk
melaksanakan berbagai program yang telah disusunnya.

Bahkan kata Frits ada sebagian program yang tidak sempat dilaksanakan karena anggaran yang tidak optimal.

Karena itu, lanjut Frits melalui pelatihan yang sekarang sedang dilaksanakan, pihaknya sekarang ini sedang menyusun draft Rancangan Perdasi tentang Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua. ”Sekarang sedang kami susun draftnya untuk memberikan arah tentang kedudukan Komnas Papua,” ujarnya.

Rancangan Perdasi ini diharapkan untuk mengatur bagaimana hubungan kelembagaan, mandat dan hak – hak anggaran bagi Komnas HAM Papua. Jadi bagaiman ada alokasi anggaran permanen untuk Komnas HAM.

Dengan adanya Perdasi Komnas HAM Papua maka pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran akan lebih optimal dan bukan dalam bentuk bantuan lagi sebab Komnas akan memiliki dokumen pelaksanaan anggaran sendiri seperti SKPD lainnya di jajaran Pemprov Papua.

“Dengan adanya Perdasi eksistensi Komnas HAM Papua akan lebih eksis lagi secara kelembagaan dan akan mendapat dukungan dana yang memadai,” katanya.

Setelah nanti disusun draftnya akan disampaikan kepada Pemerintah daerah dan DPR Papua untuk memenuhi mekanisme yang lebih besar.(ta)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Komitmen Penegakan HAM di Papua

Juni 30, 2009 at 7:42 pm (Penaganan Otsus di Papua) ()

Janji Boediono pada Safari Politiknya di Jayapura
JAYAPURA-Kasus-kasus pelanggaran HAM yang selama ini masih banyak terjadi di Papua, ke depan, diharapkan tidak lagi terulang. Demikian salah satu janji yang ditebarkan Cawapres nomor urut 2, Boediono saat safari politik di Kota Jayapura, kemarin.

Ia mengatakan, jika dirinya yang berpasangan Capres SBY dipercaya memimpin bangsa lima tahun ke depan, maka salah satu komitmen mereka adalah penegakan HAM di Indonesia, termasuk Papua. “Di semua daerah di Indonesia, penegakan HAM jadi komitmen kami bersama pak SBY,”katanya menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, usai sholat Jumat di Masjid Al Fitra, Perumahan Jaya Asri Entrop, kemarin.

Sementara itu, kepada wartawan Boediono mengakui, tidak banyak menyinggung masalah Ekonomi di depan massa di PTC, lantaran waktu cukup terbatas.”Jadi benar saya tidak masuk ke masalah ekonomi,”jelasnya.
Namun Boediono mengaku, cukup kagum dengan sambutan dari tokoh masyarakat, kepala suku, tokoh agama dan masyarakat Papua. “Semuanya nampaknya merasa bahwa Papua perlu perhatian, dan kita tentunya akan memberikan perhatian itu untuk ditingkatkan lagi,”tambahnya.

Ia pun mengatakan, membangun Papua harus dengan menggunakan hati,daripada hanya hitung-hitungan proyek-proyek.

Sebelum Shalat Jumat, Boediono sempat mengunjungi pasar rakyat di samping PTC Entrop. Setelah itu, pertemuan terbatas sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan para kader partai pendukung SBY-Boediono.

Meski bukan datang berorasi kampanye, namun kedatangan Boediono di PTC sempat disambut yel-yel dan tarian adat. Di pasar PTC, Boediono hanya sekitar lima menit. Selain melihat dari dekat kondisi pasar, juga sempat dialog singkat beberapa penjual sayur. Ia sempat menggendong seorang bocah.

Saat di PTC kemarin, pertemuan terbatas dengan tajuk Boediono mendengar, diawali ucapan selamat datang sekalis laporan ketua tim Kampanye Daerah, Yusak Yaluwo,Sh,M.Si. Setelah itu, dilanjutkan sambutan Korwil 9 Timnas SBY-Budiono untuk Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Malut, Fredy Numberi.

Pada intinya Numberi mengajak masyarakat Papua, mendukung pasangan Capres/Cawapres SBY-Boediono pada Pilpres 8 Juli mendatang.

Sebab diakui, selama kepemimpinan SBY, 4 tahun berjalan, sudah banyak
hal dilakukan, tapi tentunya akan lebih baik lagi dilanjutkan
kedepan, termasuk Papua.

Diakui, banyak masalah dihadapi, tapi diyakini semua itu tidak bisa dijawab seperti membalikkan telapak tangan. “Dengan komitmen SBY-Budiono ini, untuk membangun Indonesia, lebih aman, adil dan sejahtera dan demokratis, saya yakin Tanah Papua pun akan diangkat, lebih aman, adil dan sejahtera,”jelas Numberi.

Sementara itu, mengawali sambutannya, Boediono menyatakan rasa kagumnya terhadap keindahan dan kekayaan alam Papua, khususnya Kota Jayapura. “Papua begitu besar potensinya, tapi saya katakan bukan hanya besar tetapi indah alamnya. Kita jaga, tetapi juga kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Ia juga melihat telah banyak kemajuan pembangunan di Papua, akan terus dilanjutkan. “Banyak sekali pejabat putera Papua yang menduduki jabatan strategis di daerah. Di tingkat nasional semoga dalam waktu depan Number-Numberi lain banyak lagi,”janjinya. Dikatakan, salah satu kebijakan yang akan dilakukan bila terpilih nantinya adalah upaya memajukan sumber daya manusia di berbagai provinsi, termasuk Papua ini.

“Saya beri kesempatan bagi putera Papua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,sehingga nantinya mendapatkan jabatan lebih tinggi,”katanya
disambut yel-yel lanjutkan.

Dijelaskan, untuk maju memimpin bangsa ini menjadi besar, putera Papua memiliki kesempatan yang sama dengan daerah lainnya. ” Dan kami sangat mendukung untuk maju memimpin bangsa ini kedepan,”ujarnya.

Kedua lanjutnya, jika melihat tema utama dari pemerintahan yang diinginkan pasangan SBY-Budiono adalah pemerintahan yang bersih, tidak dinodai oleh penyelewengan, korupsi, dan lainnya. Kesemuanya itu untuk kepentingan melayani rakyat bukan pejabat. Jadi, pemerintahan untuk rakyat, bukan untuk pejabat atau kelompok tertentu tapi kembali ke masyarakat. “Ini lah tema utama yang saya
kira akan menjadi langkah yang paling penting kedepan ini bagi kita untuk maju dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Tidak bisa tidak. Kita harus mempunyai pemerintahan yang bersih Dan melayani rakyatnya,”katanya bersemangat.

Kekayaan alam yang melimpah, harus dikelolah baik demi kesejahteraan rakyat. “Kita akan mendukung dari pusat, apakah itu infrastruktur, tentunya bersama-sama dengan Pemda. Dalam era Otda, Pemda pegang peranan penting. Dana sudah banyak mengalir ke daerah, pusat tetap membantu berupa dana maupun dukungan lain, apakah itu keahlian di bidang tertentu yang belum tersedia di Papua. Pak SBY dan saya sangat berharap peran kita di tengah-tengah masyarakat. Gunakan waktu sebaik-baiknya, saudara-saudara ujung tombak dari kami untuk bekerja di tengah-tengah masyarakat dalam memenangkan SBY-Budiono,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan massa pendukungnya tidak termakan isu yang berkembang belakangan ini. “Jangan termakan isu, Pilpres menang kabinet akan dipilih dari putera-putri terbaik bangsa. Itu nanti kalau menang. Istilahnya jangan takabur,”tambahnya.

Sementara itu rencana mengunjungi Pasar Youtefa Kotaraja, terpaksa
diurungkan lantaran Boediono harus mengejar waktu melanjutkan safari polotiknya ke Kupang.(don)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Janji Pertahankan Otsus

Juni 25, 2009 at 1:17 pm (Penaganan Otsus di Papua) ()

Capres JK Sempat Ditodong Jatah Menteri dari Papua
JAYAPURA- Calon Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) dalam kampanye perdana di Jayapura yang berlangsung di GOR Cenderawasih, Jayapura, Papua, Sabtu (20/6) kemarin, berjanji akan mempertahankan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) baik di Aceh, maupun di Papua.

Selain itu, JK juga pada kesempatan yang sama, semp at ditodong massa pendukungnya, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Jayapura, Franklin Wahae terang-terangan menyampaikan hal itu. “Jika jadi presiden, kami minta agar bapak JK membentuk satu menteri khusus untuk Papua,” kata Franklin yang dibalas dengan senyuman oleh JK.

Selain itu, Presiden Mahasiswa USTJ, Muhammad Maulana juga terang-terangan meminta kepada JK jika menjadi presiden untuk jatah menteri dari orang Papua. “Jika bapak menjadi presiden, apakah ada jatah menteri dari orang Papua,” tanya Muhammad Maulana.

Hanya saja, belum ada jawaban jelas dari JK, apalagi banyak pertanyaan yang dilontarkan dalam kampanye dialogis bersama para pendukungnya yang memenuhi GOR Cenderawasih Jayapura tersebut.

Jika ia terpilih menjadi presiden, JK mengaku berjanji akan melaksanakan dan menjalankan ketentuan otonomi khusus yang berlaku baik di Papua, Aceh dan DIY tersebut. “Kalau ada saya berjanji akan selalu menjalankan dan mempertahankan ketentuan Otsus yang berlaku baik di Papua dan Aceh. Saya selalu ingin meningkatkan kemampuan ekonomi di daerah untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan rakyat Papua,” ujar JK yang langsung disambut yel-yel oleh pendukungnya.

Dalam kampanyenya, JK sempat memberikan selamat kepada Tim Persipura Jayapura atas kebersilannya menjuarai ISL. Untuk itulah, ia mengajak pendukungnya memiliki semangat dan kerja keras seperti yang dilakukan Persipura Jayapura untuk berjuang mencapai prestasi dan memenangkan pilpres tahun ini.

Apalagi, JK mengatakan jika sepak bola saja bisa menang, tentu bidang-bidang lain bisa dimenangkan, termasuk dalam upaya pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur di Papua, namun hal itu membutuhkan kerja keras.

JK juga menyampaikan bahwa ia bersama pasangan Cawapresnya, Wiranto sebagai pasangan nusantara. Hal ini untuk menjaga kekompakannya dari Sabang-Merauke, apalagi sejak dikumandangkan sumpah pemuda semua masyarakat berhak memimpin bangsa ini.

“Insyaallah, jika saya dan pak Wiranto memimpin bangsa ini, berarti tidak ada kata pantas-pantasan yang memimpin bangsa ini. Tapi tergantung siapa yang mampu dan sanggup dan siapa yang dapat memberikan kemajuan untuk bangsa ini,” ujarnya.

Bahkan, kata JK, jika ia berasal dari Sulawesi Selatan yang termasuk bagian Indonesia Timur dapat membuktikan untuk menjadi Presiden RI tersebut, tentu saja bisa saja dari Papua bisa memimpin bangsa ini. “Waktunya Presiden berasal dari Indonesia Timur. Jika ini terbukti, tentu juga teman-teman dari Papua pada waktunya dapat memimpin bangsa ini,” ujarnya.

Apalagi, lanjut JK, pemimpin bangsa ini tidak ditentukan dimana tempat lahirnya, tapi tergantung apa kemampuan dan kelebihannya, sehingga jika ia dipilih, JK berjanji akan menjaga keharmonisan bangsa, memajukan bangsa dan berjuang untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.

Untuk memanjukan bangsa ini, ujar JK, perlu lebih cepat lebih baik, karena bangsa ini memilikikekayaan alam yang tinggal membutuhkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.

“Kami selalu mengatakan bangsa ini harus maju, lebih cepat lebih baik. Kenapa lebih cepat karena kita sudah ketinggalan dibanding bangsa-bangsa lain, kita sudah ketinggalan dari Malaysia, Singapura dan lainnya. Sehingga perlu berjuang lebih cepat,” tandasnya.

Dikatakan, pemimpin yang baik yakni yang dapat keputusan, mengarahkan dan bertanggungjawab apa yang dilakukannya untuk kepentingan semua rakyat. Lebih cepat dalam hal pemerintahan yang baik, tidak ingin proses pemerintahan berjalan lambat, pelayanan masyarakat lambat, sehingga program pemerintah harus lebih cepat, termasuk di Papua yang banyak kesulitank karena luas medan sehingga infrastruktur harus dipercepat dibangun bersama-sama, termasuk pendidikan, kesehatan dan perekonomian rakyat.

Kehadiran JK dalam kampanye di Kota Jayapura ini, didampingi istrinya, Ny Mufidah Jusuf Kalla, putranya Solihin Kalla, serta anggota rombongan tetapnya seperti, Sekjen DPP Partai Golkar Soemarsono, Ali Mochtar Ngabalin, dan Yuddy Chrisnandi dengan menggunakan pesawat khusus.

Sementara itu, dalam kampanye di GOR Cenderawasih, JK dinobatkan menjadi anak adat Papua yang diawali dengan upacara menginjak kaki di piring yang digelar masyarakat adat dari Teluk Cenderawasih.

JK menginjakkan kakinya piring porselen asal Dinasti Ming, Tiongkok, yang merupakan alat bayar mas kawin penduduk Teluk Cenderawasih. Ia berdiri di atas piring yang tidak retak sedikit pun, sebagai simbol keberhasilan dalam pilpres.

Ondoafi Waena, Ramses Ohee, memasangkan topi kebesaran wilayah kebudayaan Tabi, Jayapura, berupa hiasan bulu burung Cenderawasih dan Kasuari. Menurut Ramses Ohee, pengukuhan terhadap JK sebagai anak adat itu, menandakan bahwa JK adalah seorang pemimpin rakyat Indonesia.

Untuk itu, Ramses Ohee mengajak semua untuk memperjuangkan JK-Win sebagai presiden dan wakil presidan. “Kami akan berjuang memenangkan JK-Win dalam pilpres tahun ini di Papua,” ujarnya.

Dalam acara ini, tampak hadir Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Barnabas Suebu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Jayapura, Drs Manase Roberth Kambu MSi, Ketua DPD Partai Golkar Tolikara, DR (HC) Jhon Tabo, ketua DPD Partai Golkar dari Kabupaten lainnya bersama pengurus, kader dan simpatisan, termasuk ketua dan pengurus Partai Hanura di Papua.

Menariknya, dalam kampanye di GOR Cenderawasih ini, pengamanan sangat ketat. Bahkan, para kader dan simpatisan serta pengurus partai politik pendukung JK-Win juga harus melewati alat pendeteksi logam yang dipasang di pintu masuk GOR sebelah kiri.

Tidak hanya itu, setiap orang yang masuk harus digeledah baik tas maupun barang bawaan, termasuk periksa badan. “Waduh, ini ketat sekali pengamanannya. Pakai periksa badan lagi,” kata Jhon salah seorang penggemar JK kepada Cenderawasih Pos.

Sementara itu, ada yang berbeda pada kampanye JK di GOR Sabtu (20/6) lalu, dimana meski Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden SBY-Boediono dalam Pemilu presiden tahun ini, namun di lapisan bawah masih ada kader atau simpatisan yang mendukung pasangan JK-Wiranto.

Hal ini terlihat dengan keberadaan bendera PKS yang dikibar-kibarkan oleh seorang ibu muda berjilbab saat kampanye calon presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) yang berlangsung di GOR Cenderawasih, Sabtu (20/6) akhir pekan kemarin.

Bahkan, beberapa kali terlihat ibu muda yang diketahui bernama Hj Fatmawati ini, sering berteriak dengan semangat menyambut yel-yel JK-Wiranto.

Tidak hanya itu, wanita yang selain membawa bendera kebesaran Partai Keadilan Sejahtera tersebut, juga membawa famlet ‘JK: Jamin Kabinetnya’ tersebut, juga terlihat beberapa kali berdiri mengkibar-kibarkan bendera yang cukup besar tersebut dalam kampanye JK yang diikuti pendukung Persipura Jayapura atau Persipura Mania dan Persipura Junior.

“JK… JK. Lebih cepat lebih baik,” serunya mengikuti para pendukung kampanye JK-Win di GOR tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilaan Sejahtera, Ichwanul Muslimin, SPd saat dikonfirmasi) mengenai adannya bendera PKS kampanye JK-WIN di GOR Cenderawasih, Sabtu (20/6) kemarin mengaku akan mencari dulu kebenaran informasi tersebut

“Kami akan terus mencari kebenaran dan segera mengklarifikasi adanya kejadian tersebut,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos melalui handphonenya, minggu (21/6) kemarin.

Dikatakan, PKS Papua masih tetap solid mulai dari DPC hingga DPD Kota/Kabupaaten di seluruh provinsi Papua tidak ada yang menyebarang ke calon presiden lainnya kecuali calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil presiden Boediono (SBY-Boediono).

“Kami tetap memilih SBY-Boediono sebagai Capres dan Wapres periode 2009-2014, tidak menyeberang ke Capres lain, ” tegasnya.(bat/ind)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar