Bupati Habel : Hindari Sikap Saling Menyalahkan
27 Agustus 2009 04:53:13
SENTANI- Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM menegaskan, membangun Kab. Jayapura agar lebih maju lagi adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama. Karena itu, salah besar jika membangun daerah itu, hanya menjadi tugas pemerintah daerah semata.
“ Tokoh-tokoh adat dan agama memiliki peran yang sangat penting dalam mengerakkan warganya dan umatnya untuk membangun daerah ini. Sebab, merekalah yang memiliki warga dan umat. Tanpa adanya dukungan dari mereka, maka kegiatan pembangunan itu tidak akan berjalan maksimal,” ujar Bupati kepada wartawan usai acara tatap muka dengan tokoh adat dan agama di Aula Kantor Bupati, Gunung Merah, Rabu ( 26/8).
Selain itu, Bupati juga minta kepada para tokoh-tokoh adat untuk tidak saling menuding atau menyalahkan tentang masih adanya kekurangan-kekurangan dalam proses pembangunan ini. Diakui, selama kepemimpinannya, selain telah dicapainya sejumlah keberhasilan-keberhasilan dalam proses pembangunan, juga masih ada kekurangan-kekurangan.
Karena itu, tujuan tatap muka dengan para tokoh-tokoh adat dan masyarakat itu dengan tujuan untuk saling memberikan masukan dan pikiran yang positif untuk kepentingan pembangunan kabupaten Jayapura yang lebih baik lagi kedepannya. “ Saya minta setiap ada persoalan yang ada di masyarakat segera dikomunikasi supaya persoalan ini tidak berkembang meluas seperti terjadinya konflik antar kelompok masyarakat beberapa hari lalu,” paparnya.
Hal senada diungkapkan Dandim 1701/ Jayapura Letkol Inf. Imam Santoso. Dia mengungkapkan, Tuhan menciptakan perbedaan umat, dengan maksud agar mereka bisa bersatu. Sebab, di agama apapun pun, tidak ada ajaran bahwa perbedaan itu akan menimbulkan perpecahan.“ Perbedaan itu merupakan Karunia Tuhan yang dilihat sebagai sebuah potensi dan kekuatan untuk mewujudkan kebersamaan dalam kasih untuk kepentingan membangun daerah,” tandasnya.
Sementara, pertemuan yang dihadiri sekitar 250 orang itu pada prinsipnya disambut positif para tokoh adat, tomas dan Toga. Sebab, mereka memandang pertemuan ini merupakan wadah untuk mengkomunikasi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat agar menjadi perhatian pemerintah. (mud)
Materi belum Siap, Pembacaan Tuntutan Sebby Ditunda
JAYAPURA-Pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus dugaan makar Sebby Sembom yang sedianya dilakukan, Rabu (19/8) terpaksa ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jayapura.
Majelis hakim yang diketuai Manungku Prasetyo, SH, dengan hakim anggota Hontar Simarmata, SH dan Lucky L Kalalo, SH, serta Panitra Ida Zulfa M, SH, terpaksa menunda persidangan, karena materi tuntutan yang sedianya dibacakan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Maskel Rambulangi, SH, belum siap.
Bahkan dalam persidangan kemarin, JPU meminta waktu satu minggu kepada majelis hakim untuk menyusun kembali tuntutan. Menanggapi permintan itu, Penasehat Hukum Sebby, Iwan Niode, SH, berharap majelis hakim tidak mengundur waktu lagi. Sebab hal itu menurutnya, dapat menghambat kerja mereka dalam menyusun jawaban. Meski demikian majelis hakim akhirnya memenuhi permintaan JPU dan menunda persidangan hingga Rabu (26/8).
Usai persidangan, terdakwa Sebby Sembom terlihat membagikan pernyataan keberatan atas dakwaan makar yang diberi judul Ratapan Keadilan kepada warga yang hadir di ruang sidang.
Selain sidang Sebby, sidang kasus dugaan makar lainnya dengan terdakwa Mako Tabuni, cs, juga ditunda. Majelis Hakim yang diketuai A.
Siboro SH didampingi H. Simamora SH dan Mahmuriadin SH, menunda persidangan karena JPU Libert, SH, tidak dapat menghadirkan saksi. (cr-157)
Caleg Tolikara ‘Resah’
Selasa, 11 Agustus 2009 00:00
JAYAPURA (PAPOS) – Ketua DPC partai Hanura Tolikara, Kris Begolu Wanimbo meminta agar KPUD Tolikara segera melakukan pleno. Sebab KPUD kabupaten tetangga sudah melakukan pleno.“Saya minta agar KPUD Tolikara sesegera mungkin melakukan pleno,” ujar Kris kepada Papua Pos di Abepura, Senin (11/8) kemarin.
Sebab, kata dia wanti-wanti bila tidak dilakukan dalam waktu dekat ini maka akan menghambat pembangunan di Tolikara. Pasalnya, dengan lambatnya dilalukan pleno ini maka dalam melakukan pembahasan ditingkat Dewan menjadi terhambat.Permasalah ini bukan hanya sampai disitu sebab, dengan keterlambatan melakukan pleno ini akan menimbulkan persefsi tidak seriusnya KPUD Tolikra ini untuk melakukan langkah-langkah untuk menuju perubahan.
Dengan melihat kondisi seperti ini selayaknya KPU Provinsi Papua bisa menyarankan kalau melakukan pleno tersebut bisa dilakukan diluar Tolikara. Dengan pertimbangan kalau kantor KPUD yang ada diwilayah tersebut telah dibakar oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.
Demikian juga diharapkan, DPRD Tolikara akan berakhir massa jabatannya yakni 24 September mendatang. Hendaknya dapat dilanjutkan dengan melakukan pelantikan kepada anggota Dewan baru yang terpilih. Adapun kata dia, jumlah kursi yang disediakan bagi DPRD setempat sebanyak 30 kursi dengan perolehan untuk Golkar sebanyak 21 kursi dan sisanya diperebutkan oleh partai politik lainnya.(fer)
Tokoh OPM Bertemu Gubernur
PDF Print E-mail
Ditulis Oleh: Islami/Papos
Selasa, 24 Maret 2009
http://papuapos.com
Cinderamata : Tokoh OPM Nicoolas Jouwe menerima cinderamata yang diserahkan oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu, SH di Gedung Negara
JAYAPURA (PAPOS) -Setelah tiba di Jayapura, Minggu (22/3) lalu, menggunakan Pesawat dari Jakarta, tokoh atau pencetus Organisasi Papua Merdeka(OPM), Nicholas Jouwe, Senin (23/3) kemarin, melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH.
Pertemuan di Gedung Negara (kediaman Gubernur Papua) dimulai sekitar pukul 10.00 WIT dan dilakukan secara tertutup, sehingga seluruh awak media baik cetak maupun elektronik, lokal, nasional dan mancanegara tidak diperkenankan masuk. Dalam pertemuan sekitar satu jam lebih itu, Nicholas Jouwe didampingi kedua anaknya Alexander Jouwe dan Nancy Leilani Jouwe, serta 2 orang pencari suaka yang telah kembali ke Indonesia, Alberth Frans Yoku dan Nikko Meset.
Dari pantauan Papua Pos, Gubernur Suebu didampingi beberapa pimpinan SKPD Pemprov dan staf ahli Gubernur, dari kaca luar terlihat pembicaraan keduanya sangat serius.
Usai pertemuan sekitar pukul 11.30 WIT, seluruh kuli tinta diperkenankan masuk mengabadikan gambar. Gubernur Papua, Barnabas Suebu, SH sempat memberikan sebuah kenang-kenangan kepada Nicholas Jouwe.
Kepada wartawan usai pertemuan Nicholas Jouwe mengatakan, bahwa dirinya ialah seorang pejuang dan semua orang mengetahui hal itu, tetapi Gubernur ialah seorang pelaksana.
“Gubernur lakukan tugas yang saya mimpikan, itu beda antara kami berdua. Saya sangat senang bertemu dengan Gubernur dan dia (Kaka Bas-red) ialah salah satu putera Papua yang duduk pada tempat yang benar,” ujar Jouwe.
Disampaikan, apa yang dikerjakannya dan diperjuangkan selama ini dari luar, dia (Gubernur-red) yang memperjuangkan dari dalam, dan hal itu dinilai Jouwe sangat bagus.
“Beliau lebih capek dari pada saya, sebab saya cuma kata-kata, Gubernur yang berbuat, beda antara kata dan perbuatan dan inilah bedanya. Ini artinya, apa yang diperjuangkan Youwe sudah dilaksanakan bapak Gubernur untuk membangun Papua,” tegas Nicholas Jouwe.
Disisi lain Gubernur Suebu menjelaskan, keinginan merdeka ialah untuk kesejahteraan dan sejahtera itu yang kini sedang dikerjakan pemerintah dengan melakukan pembangunan infrastruktur, pembangunan kampung, memperbaiki makanan dan gizi, pendidikan, kesehatan, rumah rakyat, air minum dan membangun Papua dari pemerintahan yang bersih dari korupsi.
“Jadi itu yang bapak (Nicholas Jouwe) katakan, saya berjuang secara politik karena isi dari kemerdekaan itu adalah pada akhirnya untuk rakyat sejahtera, pendidikan dan kesehatan baik, itu yang beliau maksudkan,” ungkap Suebu.(islami)
Bupati Habel: Pejabat Tidak Kerja Baik Harus Diganti
Dari Pelantikan Pejabat Struktural Eselon II di Lingkungan Pemkab Jayapura
SENTANI – Mengawali pelaksanaan tahun anggaran 2009 ini, jajaran pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Untuk tahap pertama ini, sejumlah pejabat eselon II dilingkungan Pemkab Jayapura dilantik. Terkait dengan pelantikan ini, Bupati Habel mengharapkan agar pejabat bisa bekerja lebih baik dari pejabat sebelumnya, jika tidak maka lebih baik diganti.
Usai acara pelantikan, Bupati Habel menegaskan bahwa akan selalu mengikuti dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dari pejabat yang dilantik, apa bekerja sesuai aturan atau tidak. “Bila tidak menunjukan kinerj yan baik, maka tidak segan-segan saya gantikan dengan yang lain yang saya anggap mampu,”ujar Bupati di hadapan para pejabat eselon II yang baru dilantik di aula lantai II Kantor Bupati, Selasa (13/1) kemarin.
Dikatakan, di dalam reorganisasi kelembagaan berdasarkan PP 41 tahun 2007 ini, dibentuk badan, dinas kantor dan bagian baru. Mengacu pada wilayah pembangunan maka dibentuk Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah Dafonsoro dan Grime Nawa.
Tidak hanya itu, dalam rangka pengembangan potensi sumber daya daerah dibentuk badan penelitian dan pengembangan daerah serta badan pelaksanan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan serta kantor ketahanan pangan. Sedangkan dalam rangka mendorong peningkatan peran pemuda dalam pembangunan dan peningkatan prestasi di bidang olahraga dibentuk Dinas Pemuda dan Olah raga.
Disamping itu dalam penataan kelembagaan ini ada Dinas dan Badan bergabung atau hilang, namun fungsi-fungsinya tetap ada, seperti Dinas Infokom, Dinas Kesejahteraan Sosial dan Dinas Pendapatan Daerah.
Dari pengambilan sumpah/janji dan pelantikan pejabat eselon II oleh Bupati Habel M Suwae, S Sos, MM kemarin, sesuai dengan SK Bupati no SK.821.2-01 ini, ada sebanyak 34 pejabat eselon II, mulai dari staf ahli, Asissten Setda, Sekwan, Dinas dan Badan di lingkungan Pemkab Jayapura. (tri)

