Jeritan, Hati Anak Negri………
Salam dan Hormat saya, Untuk semua Kaum Papua Yang berada dimana saja???? Sebelum saya melanjut kan apa yang akan saya muat, Sebagai Anak Negri, Saya mohon dukungan dan kerja sama yang baik, Dalam merebut kembali, Hak Kemerdekaan kita yang selama ini di tutupi, Oleh Bangsa Penjajah.
MERDEKA……………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sebagai Anak Papua, Pasti kita semua tau tentang Sejarah Tanah kita??? Bahwa kita adalah Bangsa tersendiri, Dan kita sudah MERDEKA, Tapi mengapa hak Kemerdekaan kita slalu di tutupi oleh Bangsa Indonesia?? Sudah jelas2 kita sangat jauh berbeda dengan ciri khas kita yang tersendiri dengan bangsa ini, Tapi mengapa kita masih saja hidup di bawah kaki mereka???? Ini yang kita harus hapus, Dengan semangat dan satu tujuan, Yaitu meraih kembali Hak Kemerdekaan kita yang hilang slama ini di rampas oleh bangsa penjajah.
Dengan demikian, Maka kita sebagai Anak – Anak Papua Dimana saja berada?? Mari kita bergabung angkat suara, Satukan tangan, Satukan Hati Kita mendukung Para Pejuang kita yang lg brjuang selama ini, Entah dimana mereka berada?? Kita wajib untuk memberi semangat dan dorongan serta tanggapan, Bahwa kita juga selalu ada di seblah mereka dalam merebut apa yang kita cari selama ini??
Dengan Perjuangan dari Orang orang tua kita yang telah tiada, Dengan nama dan Pekerjaan mreka yang belum sampai pada ujung nya, Dengan semangat perjuangan dari para leluhur kita, Mari semua yang ada demi kesejahteraan Bangsa kita dan kesuburan Tanah Papua, Mari satukan niat kita mengantar perjuangan ini sampai ke ujung kesuksesan, Dan meraih kembali Hak kita yang sebenar nya.
Mari bergabung, Satukan Tangan,Satukan suara, Satu tekat kita maju.Dalam hal apa pun kita tunjukan bahwa bangsa Papua tidak diam begitu saja diatas Tanah nya sendiri untuk di jajah, Tapi dia akan berjuang untuk mengusir semua kaum penjajah dan mendapat kan kembali Hak Kemerdekaan.
MERDEKA…………………………………………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
Di Yapen, Polisi Baku Tembak Dengan OPM
4 Juli 2009 15:48:44
1 Anggota OPM Ditangkap, 1 Menyerahkan Diri
JAYAPURA-Baku tembak antara anggota Polres Kepulauan Yapen, Provinsi Papua dengan anggota TPN/OPM dilaporkan terjadi di Distrik Poiway, Waropen, Selasa (2/7) kemarin.
Dalam kontak tembak yang berlangsung beberapa saat dalam penghadangan terhadap kelompok TPN/OPM yang diketahui di bawah pimpinan Eric Manitori itu, aparat dari Polres Kepulauan Yapen yang berjumlah 15 personel dan dibackup 5 personel TNI dari Kodim 1709, berhasil menangkap 1 anggota TPN/OPM yang diketahui bernama Natanael (27) warga Korongbobi, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Imam Setiawan ketika dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya membenarkan adanya kejadian kontak tembak antara aparat keamanan dengann kelompok TPN/OPM tersebut.
“Kami telah berhasil melakukan penghadangan terhadap kelompok TPN/OPM di wilaya Poiway, Waropen. Kami menduga kelompok ini merupakan pelarian dari Mamberamo Raya di bawah pimpinan Eric Manitori,” ungkap Kapolres Imam Setiawan, Jumat (3/7) kemarin.
Selain berhasil menangkap salah satu dari anggota TPN/OPM, pihaknya juga berhasil mengamankan ratusan barang bukti, termasuk senjata api laras panjang rakitan, pistol rakitan, pelontar granat rakitan, belasan senjata tajam, termasuk busur dan anak panah serta belasan jimat, dokumen rencana penyerangan Lapter Kapeso dan bendera Bintang Kejora.
Dari kejadian kontak tembak tersebut, lanjut Kapolres Imam Setiawan, anggota TPN/OPM berhasil melarikan diri masuk ke hutan dan diperkirakan 3 orang dari pihak OPM terluka, namun berhasil diselamatkan oleh rekan mereka.
Sehari kemudian (Jumat, 3/7), ujar Kapolres Imam Setiawan, seorang anggota TPN/OPM yang diketahui bernama Yance Mabuai menyerahkan diri, setelah melalui aparat Bamuskam Poiwai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.
“Kini keduanya telah berada di Polres Kepulauan Yapen dalam pemeriksaan secara intensif dalam rangka penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Imam Setiawan.
Kapolres menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih memburu TPN/OPM di bawah pimpinan Erik Manitori yang diduga kuat telah bersembunyi di hutan tersebut.
“Polres masih terus melakukan pengusutan terhadap para pelaku lainnya yang terdaftar dalam dokumen yang kami temukan setelah kontak senjata tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Plh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Nurhabri saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian penghadangan tersebut. Nurhabri menduga bahwa kelompok TPN/OPM tersebut diduga merupakan pecahan kelompok TPN/OPM di bawah pimpinan Decky Imbiri yang melakukan penguasaan Lapter Kapeso, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, selama beberapa minggu lalu.
“Bisa saja, itu bagian dari kelompok TPN/OPM yang sempat menguasai Lapter Kapeso. Apalagi, dari penghadangan itu, ditemukan dokumen rencana penyerangan Lapter Kapeso,” ungkap Nurhabri.
Saat ini, imbuh Nurhabri, aparat kepolisian setempat masih melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok TPN/OPM yang melarikan diri ke dalam hutan tersebut.
Sebelumnya, Polda Papua berhasil menguasai Lapter Kapeso tersebut dari penguasaan kelompok TPN/OPM pimpinan Decky Imbiri dan mereka melarikan diri yang diperkirakan menuju ke arah Serui. (bat)
Barang bukti diamankan
1. 4 senjata api laras panjang rakitan.
2. 3 pistol rakitan.
3. 1 pelontar granat.
4. 4 sangkur.
5. 7 pisau tulang beracun.
6. 8 butir amunisi SS1.
7. 3 butir amunisi LE.
8. 3 butir amunisi moser.
9. 2 butir amunisi revolver.
10. 3 bendera bintang kejora.
11. 14 ikat kepala jimat warna merah.
12. 5 ikat kepala jimat warna hitam.
13. 16 kalung jimat.
14. 9 kalung salib.
15. 5 batu jimat.
16. 5 taring babi.
17. 7 seragam loreng OPM.
18. bahan makanan sagu.
19. 13 lembar kartu tanda anggota TPN/OPM 203.
20. dokumen rencana penyerangan bandara Kapeso.
21. 17 busur.
22. 144 anak panah.
23. 1 bambu runcing.
24. 1 rangsel militer.
25. 7 alkitab
26. 5 lembar foto.
Sumber Polres Kepulauan Yapen, Papua.
Seorang Bapak yang Bijaksana dan Adil pada Bangsa nya sendiri
Ada seorang bapak yang sudah berumur 70 lebih hampir mencapai 80 tahun, Selama dia mengabdi sebagai seorang penegak hukum (ABRI), Dia tidak pernah mengakui hukum yang berlaku di Tanah Dia sendiri ( PAPUA )
Saya kagum dengan bapak tersebut, Walaupun di saat Upacara Bendera di Nyanyikan lagu Indonesia raya tanah air ku dia ngomong dengan tanah air mu bukan tanah air ku, Dia selalu berada pada posisi nya sendiri.
Menurut bapak tersebut dia adalah bangsa kulit hitam yang badaki, rambut keriting kusuk, Dia akan hormat dan akan mengakui bahwa PAPUA itu lah bangsa nya, Sedikit pun apa sebab nya dia ditanya bapak tersebut tidak pernah menyerah dari pertanyaan yang di kasih.
menurut dia sekalipun pangkat ku di copot, Seragam ku di lepas, Saya akan selalu siap menghadapi apa saja yang terjadi, karna ini bukan seragam ku. Ini adalah seragam kaum penjajah untuk apa saya yang harus pakai ? Saya malah akan berterimakasih pada TUHAN karna akhir nya saya bisa melepas kan semua yang menjadi kepunyaan kaum penjajah.
Saya adalah saya dan saya adalah Polisi BELANDA saya bukan Polisi NKRI itu prinsip dari bapak tersebut sampai saat ini, menurut dia bahwa apa yang dia saksikan di depan mata dengan apa yang di buat oleh bangsa Indonesia kepada bangsa nya sendiri, Itu akan tersimpang dalam ingatan dia, dan itu sudah menjadi luka hati yang dalam buat dia, Luka tersebut akan sembuh kalau bangsa PAPUA sudah terlepas dan mendapatkan hak Kemerdekaan nya kembali.
Sampai saat ini kalau dia bertemu dengan orang tersebut yang menjadi musuh nya, Sikap dan kelakuan dia tidak pernah berubah untuk menyapa mereka dengan baik, Karna setiap bertemu dengan mereka ingatan dia yang dulu itu akan kambul lagi dan emosi itu pasti muncul, Oleh sebab itu dia memilih untuk selalu di rumah saja dari pada harus keluar dan bertemu dengan bangsa penyamun di luar, Itu prinsip dari bapak tersebut sampai saat ini.
Kini dia hanya bisa bertanya pada diri sendiri, Sampai kapang kah ? Bangsa saya akan terlepas dari tangan orang – orang penyamun atau lintah darat, istilah khusus Bangsa pengisap darah ?

