Untuk Alihkan Air Danau Tigi
1 Agustus 2009 23:20:25
Juga Akan Jadi Sumber Energi PLTA
JAYAPURA- Seringnya Air Danau Tigi melimpah rupanya telah membuat jalan dan areal perkebunan di sekitarnya menjadi tergenang. Karena itu, di Danau Tigi yang terletak di Waghete itu kedepan oleh pemprov Papua akan dibuatkan sedotan raksasa untuk mengalihkan air danau yang kerap kali meluap setiap kali hujan deras.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua Ir Jansen Monim, MT kepada Cenderawasihi Pos kemarin. “Jadi kedepan ini, kami akan berupaya membangun sedotan untuk mengalihkan air Danau Tigi di waghete,” ungkapnya.
Ia mengatakan, air Danau Tigi selalu melimpah pada musim penghujan saking banyaknya air selalu meluap hingga menggenangi areal disekitarnya baik jalan raya hingga areal perkebunan rakyat yang berada di daerah itu ikut terendam air. Sehingga tanaman di perkebunan itu menjadi rusak yang sudah tentu merugikan para petani.
Tidak hanya itu, lanjut Jansen Monim, jalan raya di dekat danau itu yang merupakan ruas Waghete – Enarotali juga ikut rusak karena terendam air, sehingga jalanan tersebut tidak bisa berfungsi maksimal akibatnya kegiatan masyarakat juga ikut terhambat. “Jadi meluapnya air sungai Danau Tigi ini sudah menyebabkan banyak kerusakan tidak hanya sarana dan prasarana infrastruktur saja tetapi juga areal perkebunan rakyat,” terangnya. Danau Tigi meluap karena hanya memiliki satu lubang pembuangan, itupun sangat sempit.
Karena itu kata Jansen Monim, pihaknya akan membangun sedotan raksasa untuk mengalihkan air Danau Tigi ke Sungai Yawei. Di Sungai Yawei aliran air ini akan difungsikan untuk energi listrik yakni pusat listrik tenaga air (PLTA). Dengan begitu air sungai yang dilihkan itu akan memiliki dua fungsi paket. Pertama untuk mengairi areal pertanian di Yawei yang selama ini hanya berharap pada air hujan dan kedua untuk energi pembangkit listrik di daerah Yawei maupun Waghete.
“Jadi dengan adanya sedotan ini ada dua fungsi yang bisa kita gunakan yaitu untuk membantu mengairi areal pertanian dan untuk energi pembangkit listrik atau PLTA di daerah itu,” tandasnya.(ta)