Debit Air Turun Akibat Kerusakan Cyclop

Agustus 19, 2009 at 1:00 am (kerusakan alam) (, , , , )

JAYAPURA- Direktur WWF-Indonesia Region Sahul Benja V Mambai mengungkapkan bahwa menurunnya tingkat kejernihan air bersih serta berkurangnya volume sumber air di daerah hilir, diakibatkan adanya potensi kerusakan lingkungan alam di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), utamanya di kawasan Cagar Alam Cyclop Sentani.

“ DAS adalah suatu wilayah daratan ekosistem dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau laut, dimana pengairannya sangat tergantung aktifitas daratan,” ujar Benja Mambai kepada Cenderawasih Pos disela-sela seminar hasil study keadaan DAS Sentani dan Tami di Aula F Mipa Uncen, Senin (10/8).

Jika DAS kondisinya telah mengalami kerusakan kata Benja Mambai, maka yang terjadi adalah titik-titik potensi penampungan atau penyimpanan air hampir tidak ada. Akibatnya yang terjadi adalah adanya penurunan sumber-sumber air di kawasan hilir.

Sementaraa itu, anggota Forum DAS Pemprov Papua Ir. J.P Satsuitubun mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, luas lahan kritis di Sub DAS Sentani (Hubay) adalah 819 Hektare atau 49,3 % dari luas Sub DAS. Untuk mengatasi lahan kritis itu, berbagai upaya telah dilakukan tapi hasilnya belum maksimal. “ Kekeruhan air sungai Hubay atau jembatan dua Sentani bukan dipicu oleh proses erosi pada saat hujan, tapi disebabkan oleh aktivitas pendulangan emas dibagian Sub DAS serta penggalian batu pada lereng-lereng gunung,” ujarnya dalam presentasi, kemarin.

Sementara itu, sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi Cagar Alam Cyclop sejumlah mahasiswa Universitas Yapis Papua Kampus Sentani Angkatan VI Tahun Akademik 2009/2010 mengadakan penghijauan, dengan menanam 500 pohon rambutan di lereng gunung Cyclop.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diikuti 78 orang dari beberapa Fakultas Uniyap seperti, Hukum, Ekonomi, Fisip dan juga Agama Islam. Menurut ketua panitia KKL, Yosep Jek mengatakan, kegiatan KKL yang diikuti mahasiswa semester VII tersebut dimulai pada 22 Juli s/d 15 Agustus 2009. (mud/cr-156)

Tulis sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.