Diduga Kelompok TPN/OPM Pimpinan Erick Manitori
14 Juli 2009 00:24:24
Kasus Baku Tembak di Kepulauan Yapen
JAYAPURA-Insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Mantembu, Kelurahan Anotauri, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua yang terjadi, Sabtu (10/7) pukul 11.00 WIT lalu, diperkirakan pelakunya berasal dari kelompok TPN/OPM di bawah pimpinan Erick Manitori.
“Ya, memang diduga pelakunya diduga kuat dari kelompok TPN/OPM pimpinan Erick Manitori atau kelompok Serui istilahnya,” ungkap Plh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Nurhabri ketika ditanya Cenderawasih Pos di Mapolda Papua, Senin (13/7) kemarin.
Kelompok TPN/OPM di bawah pimpinan Erick Manitori sebelumnya sempat terlibat kontak senjata dengan aparat kepolisian di Poiway, Kabupaten Kepulauan Yapen beberapa hari lalu dan dalam kontak tembak ini, salah seorang anggota TPN/OPM bernama Natanael Runggaimusi warga Korongbobi, Serui ini sempat ditangkap polisi.
Mereka diduga merupakan kelompok TPN/OPM yang melarikan diri usai Polda Papua berhasil menguasai Lapter Kapeso yang sempat diduduki selama hampir 1 bulan oleh kelompok TPN/OPM pimpinan Decky Imbiri tersebut.
Yang jelas, kata Nurhabri, Polres Kepulauan Yapen sampai saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penyerangan terhadap 9 anggota Polres setempat yang sempat melakukan patroli dan menangkap dua orang yang diduga sebagai anggota TPN/OPM di Kampung Mantembu, Kelurahan Anotauri tersebut.
Soal serangan mortir dan granat yang diduga digunakan untuk menyerang polisi oleh kelompok TPN/OPM itu, Nurhabri mengakui bahwa faktanya di lapangan yang terjadi memang seperti itu.
“Kita tidak bisa menduga-duga. Faktanya memang ada mortir, masalah dapatnya darimana, nantilah! Kami akan ungkap semuanya itu,” ujar Nurhabri.
Dikatakan, kejadian penyerangan yang dilakukan oleh kelompok TPN/OPM itu susah dipresiksi di mana akan dilakukan, apalagi medan di Papua cukup sulit.
“Seandainya diketahui, ya bisa saja diatasi, tapi ini kejadiannya biasanya di tempat-tempat yang ekstrim atau tempat yang memiliki medan yang sulit, karena di situ pengamanan kurang dan kesempatan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok tersebut untuk melakukan penyerangan,” paparnya.
Meski demikian, Plh Kabid Humas Nurhabri mengakui bahwa aparat kepolisian terus berupaya meningkatkan patroli untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, dilaporkan 9 anggota Polres Kepulauan Yapen yang sedang melakukan patroli di Kampung Mantembu Kelurahan Anotauri, Sabtu (10/7) pukul 09.30 WIT lalu.
Kejadian kontak tembak dengan kelompok yang tidak dikenal tersebut, berawal ketika 9 anggota Polres Kepulauan Yapen melakukan patroli ke Kampung Mantembu Kelurahan Anotaurei dan saat itu berhasil menangkap 2 orang yang diduga kelompok TPN/OPM yang beroperasi di daerah tersebut.
Kedua anggota TPN/OPM tersebut, diketahui bernama Policarmus Ambokari (30) seorang petani warga Kampung Mantembu, Warmetan (23) seorang buruh TKBM.
Setelah itu, kedua orang yang diduga TPN/OPM tersebut dibawa turun oleh pasukan untuk dibawa ke Mapolres Kepulauan Yapen, namun tiba-tiba diserang dengan mortir dan rentetan senjata otomatis sekitar pukul 11.30 WIT.
Nurhabri mengungkapan usai terjadi kontak senjata tersebut, polisi sempat melakukan pengejaran dan melakukan penyisirian di sekitar arah tempat penyerang.
“Selain menangkap dua orang yang diduga kuat sebagai anggota TPN/OPM, juga kami berhasil mengamankan 1 buah granat, parang, dokumen-dokumen dan pakaian,” imbuhnya.(bat)